
Jumat kira-kira dua minggu lalu,
Saya naik metromini menuju arah liputan seperti biasanya. Nggak penuh, cuma beberapa orang saja. Makanya si sopir dan kenek terlihat 'ngebet' banget menggaet penumpang. Sampai-sampai lampu merah tega diterobos dan nekad ngambil penumpang di tengah2 jalan persimpangan. Awalnya cuek, tapi tiba-tiba....
Priiiiiiiiiitttttttttt!!!!!!!!!!!
Sumprit pak polisi ternyata nyemrpit dari belakang. Si pak polisi naik mobil polisi sambil meemncet klaksonnya terus-terusan.berisik banget, deh.
Metromini pun dengan pasrah menyingkir ke tepi jalanan.
Uniknya, kalau tragedi penilangan yang sering saya lihat adalah pak polisi turun dari mobilnya, menghampiri mobil tersangka, memberi hormat dan mengintrogasi dsb dsb...
tapi khusus sekarang, si kenek yang turun dari metromininya, menghampiri mobil polisi, memberi hormat, dengan menyalurkan tangannya ke dalam mobil polisi.
setelah kenek balik ke metromini saya tanya:
saya: "dikasih berapa bang?"
kenek: " 10 rebu!" jawabnya kesal.
saya: "10 ribu? emang mau?"
kenek: "Yah..lima rebu aja biasanya mau, bu," katanya tertawa.
Mendengarnya saya dan beberapa penumpang geleng-geleng sampai tersenyum miris..
semoga hanya 'sedikit' polisi yang begitu....
tapi ditilang tidak membuat tim metromini itu jera. sesampainya di sebuah perempatan, si sopir didukung si kenek nekat menerobos pembatas busway agar bisa melenggang di busway yang kosong...
Saya dan penumpang kembali tergeleng-geleng..
semoga hanya sedikit angkutan kota yang begini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar