Baru saja gw lihat pengumuman seleksi Pertamina. dan hasilnya, gagal. padahal sudah sadar orang kaya gw kayanya gak bakal lolos, tapi entah kenapa rasanya tetep sedih. Bo, cuma admin doang kagak lolos? IP gw 3,57 gitu lho...
Gw sampe mikir, mereka cari orang yang kaya apa ya?
Mungkin bener kata masku, Pertamina kayanya memilih utk menyaring besar2an di proses administrasi dibanding tahapan selanjutnya.
Iya, sih. Sah-sah aja. Tapi tetep aja, getu lho.. masa administrasi doang gak lolos? what the hell?!!
saking sedihnya, gw ngerasa impian utk kerja di pertamina makin gak munkin deh. ornag kaya gw mungkin bukan siapa2 di mata pertamina. meskipun gw tahu semua bobroknya pertamina.
Tapi gw tetep percaya there's a hope that pertamina would change, ang i want to be part of the change..
Hix..hix..
Pertamina, pertamina, sampai kapan kau terlalu gagah utk kugapai?
atau jangan2 kau yang tak pantas untuk ku?
Rabu, 15 April 2009
Selasa, 14 April 2009
bahagia dna semangat!
Bahagia dan Semangat
Aku bahagia karena semangat atau semangat karena bahagia?
Untuk ku saat ini mungkin kedua-duanya benar.
Senin kemarin aku mengajukan up date Bab III dan Bab IV tesisku. Entah karena gak enak sama aku atau karena memang sedang longgar, tak biasanya dosenku langsung merespon sore harinya. Padahal biasanya, aku harus sabar menunggu sampai 2 minggu. Melihat namanya di inbox email saja sudah bikin seneng, apalagi membaca isinya.
"Bab III dan IV sudah Oke. Lanjut ke kesimpulan. Segera perbaiki bahasanya, setelah itu kita akan mengevaluasi konsistensi dari awal tesis. Tapi biasanya ini memakan waktu cepat. Tetap semangat," katanya.
Wuiiiddiiihhh...bahagiaaa rasanya....sudah Bab III dan IV tersetujui, ditambah kata2 semangat lagi..secara dosenku ini orangnya rada sinis juga..hehehe..
Saking senengnya jadi semangat utk buru-buru ngerjain dan mengejar mimpi utk cepat lulus.
Tapi ternyata pengejaran mimpi nampaknya agak kebablasan.
Pasalnya, mimpi yang jadi semangat banget dikejar malah bukan merampungkan tesis, melainkan persiapan nikah. (lho?) iya, aku juga bingung. dilamar aja blom, kok udah siap2?
padahal si mas ketemu papa aja blom.hehehe..gak tau deh nih, semangat aja lihat kisah2 persiapan pernikahan di blog-blog tetangga. jadi semangat itung2 budget dan hunting vendor2..
dan hari ini ada yang bikin semangat lagi,
mba kokom, redakturku yg kadang suka galak gak ktulungan bilang,
"Masa kantor cuma kasih tiket ADB yearly conference di Bali cuma atu. Padahal kalau dua, aku mau berangkatin kamu utk nemenin Wahyu. Sekarang sih aku lagi usahain minta. Kita kan media partner, masa acara segede itu, 65 negara, cuma ngirim 1 reporter?"
Triiinggg.....
mendengarnya mata dan kuping langsung berbinar-binar...
bukan Balinya yang bikin ngiler, tapi acaranya bo! ADB Yearly Conference..Huaaa,,,,,pengennn....
Bayangin, dong gw bisa ketemu orang2 dari 65 negara, bisa ikut dengerin gratis isu2 global..bisa lihat pemimpin2 dunia dari dekett...huhuhuhuhuhuuuu.....pengennnn....
dulu sebenarnya ngiler liputan UNFCCC, tapi gak kesampean, semoga yang kali ini terkabul, amiiennn...
setelah berita2 bahagia yang membahagiakan itu, aku justru jadi was-was. Karena setelah kebahagiaan yang bertubi-tubi, besok akan menghadapi pengumuman Pertamina. lolos gak ya? huhuhu..doakan ya...semoga lulus dan keterima di Pertamina Cilacap, supaya deket sama mas ku...(mintanya kebanyakan gak ya?)
Pokoknya, amiiennn...
Aku bahagia karena semangat atau semangat karena bahagia?
Untuk ku saat ini mungkin kedua-duanya benar.
Senin kemarin aku mengajukan up date Bab III dan Bab IV tesisku. Entah karena gak enak sama aku atau karena memang sedang longgar, tak biasanya dosenku langsung merespon sore harinya. Padahal biasanya, aku harus sabar menunggu sampai 2 minggu. Melihat namanya di inbox email saja sudah bikin seneng, apalagi membaca isinya.
"Bab III dan IV sudah Oke. Lanjut ke kesimpulan. Segera perbaiki bahasanya, setelah itu kita akan mengevaluasi konsistensi dari awal tesis. Tapi biasanya ini memakan waktu cepat. Tetap semangat," katanya.
Wuiiiddiiihhh...bahagiaaa rasanya....sudah Bab III dan IV tersetujui, ditambah kata2 semangat lagi..secara dosenku ini orangnya rada sinis juga..hehehe..
Saking senengnya jadi semangat utk buru-buru ngerjain dan mengejar mimpi utk cepat lulus.
Tapi ternyata pengejaran mimpi nampaknya agak kebablasan.
Pasalnya, mimpi yang jadi semangat banget dikejar malah bukan merampungkan tesis, melainkan persiapan nikah. (lho?) iya, aku juga bingung. dilamar aja blom, kok udah siap2?
padahal si mas ketemu papa aja blom.hehehe..gak tau deh nih, semangat aja lihat kisah2 persiapan pernikahan di blog-blog tetangga. jadi semangat itung2 budget dan hunting vendor2..
dan hari ini ada yang bikin semangat lagi,
mba kokom, redakturku yg kadang suka galak gak ktulungan bilang,
"Masa kantor cuma kasih tiket ADB yearly conference di Bali cuma atu. Padahal kalau dua, aku mau berangkatin kamu utk nemenin Wahyu. Sekarang sih aku lagi usahain minta. Kita kan media partner, masa acara segede itu, 65 negara, cuma ngirim 1 reporter?"
Triiinggg.....
mendengarnya mata dan kuping langsung berbinar-binar...
bukan Balinya yang bikin ngiler, tapi acaranya bo! ADB Yearly Conference..Huaaa,,,,,pengennn....
Bayangin, dong gw bisa ketemu orang2 dari 65 negara, bisa ikut dengerin gratis isu2 global..bisa lihat pemimpin2 dunia dari dekett...huhuhuhuhuhuuuu.....pengennnn....
dulu sebenarnya ngiler liputan UNFCCC, tapi gak kesampean, semoga yang kali ini terkabul, amiiennn...
setelah berita2 bahagia yang membahagiakan itu, aku justru jadi was-was. Karena setelah kebahagiaan yang bertubi-tubi, besok akan menghadapi pengumuman Pertamina. lolos gak ya? huhuhu..doakan ya...semoga lulus dan keterima di Pertamina Cilacap, supaya deket sama mas ku...(mintanya kebanyakan gak ya?)
Pokoknya, amiiennn...
Kamis, 09 April 2009
Akhirnya...G10 di Tanganku!

Akhirnya...Setelah bersemedi sekian lama. Setelah hampir beli terus duitnya kepake. Akhirnya G10 ada di tanganku.
Seminggu menenteng G10, hasrat motret pun tersalurkan dengan lancar.
Everything..
All simple things, human expressions and memorial events are definetly well captured in my hand. People said I'm a good fotographer. But actually, G10 did it for me.
So, just wait my wonderfull shoots that i only dreamed about it.
(I still do not find a simple way to upload it)
Selasa, 07 April 2009
Tunggu Aku Ya, Sayang
Sayangku, sudah ratusan kali kau melamarku. Lamaranmu itu seringkali kujawab dengan rasa bimbang. Bimbang karena hati ini sebenarnya juga tak sabar menjadi pendampingmu, tapi apa daya.
Masih banyak mimpi mamaku yang harus dipenuhi. Masih banyak cita-cita beliau yang ingin aku realisasikan. dan itu semua butuh waktu.
Sayang, aku ingin kamu bersabar, bersabar menungguku, sampai tiba saatnya nanti. Saat mama dan papa bisa dengan rela melepasku ke sisimu.
Sayang, beribu rinduku ingin berdamping denganmu, tapi harus kubendung. Bukan hanya karena kita jauh, tapi juga karena tahu bahwa masih butuh waktu (cukup lama) agar aku bisa menjadi halal bagimu.
Aku tahu, saat ini menikah menjadi wajib hukumnya bagi kita. Namun menikah bukan hanya sebatas hubungan dua individu, melainkan ada keluarga yang harus disatukan.
Aku ingin saat kita meraih bahagia nanti, itu adalah bahagia seutuhnya, dengan restu tulus dari orang tuaku dan orang tuamu. Saat kita sudah bisa menemukan waktu dan posisi yang nyaman bagi kita untuk bersatu.
Untuk itulah, aku harap kamu mau sabar menunggu. Kamu mau ya? ya?
Karena kalau bukan kamu, aku tak terbayangkan ada sosok lain yang bisa menjadi pendampingku dan bisa aku dampingi.
Sayangku, hanya kamu.
Muahh, Pengembaraku.
Masih banyak mimpi mamaku yang harus dipenuhi. Masih banyak cita-cita beliau yang ingin aku realisasikan. dan itu semua butuh waktu.
Sayang, aku ingin kamu bersabar, bersabar menungguku, sampai tiba saatnya nanti. Saat mama dan papa bisa dengan rela melepasku ke sisimu.
Sayang, beribu rinduku ingin berdamping denganmu, tapi harus kubendung. Bukan hanya karena kita jauh, tapi juga karena tahu bahwa masih butuh waktu (cukup lama) agar aku bisa menjadi halal bagimu.
Aku tahu, saat ini menikah menjadi wajib hukumnya bagi kita. Namun menikah bukan hanya sebatas hubungan dua individu, melainkan ada keluarga yang harus disatukan.
Aku ingin saat kita meraih bahagia nanti, itu adalah bahagia seutuhnya, dengan restu tulus dari orang tuaku dan orang tuamu. Saat kita sudah bisa menemukan waktu dan posisi yang nyaman bagi kita untuk bersatu.
Untuk itulah, aku harap kamu mau sabar menunggu. Kamu mau ya? ya?
Karena kalau bukan kamu, aku tak terbayangkan ada sosok lain yang bisa menjadi pendampingku dan bisa aku dampingi.
Sayangku, hanya kamu.
Muahh, Pengembaraku.
Langganan:
Postingan (Atom)