Sedih? Jelas.
Karena di detikcom buka cuma mengajarkanku soal mencari, menulis, mengedit dan upload berita. Too many psycholigical memories come out from this office.
Padahal kalau ingat beberapa bulan pertama jadi reporter di detikFinance... duh, rasanya pengen berhenti jadi wartawan dan jadi PNS aja deh. pulang malam, telat laporan diomelin, apalagi kalau kebobolan berita. Wassalam.
Bisa nangis-nangis di tengah jalan, deh. Banjir air mata....
Tapi jelas di detikcom bukan soal sedihnya aja.
Keakraban yang terjalin dari rasa kekeluargaan yang kental juga sudah merasuk dalam (ciee,,,,).
Tapi memang kalau diperhatikan, makhluk2 di detikcom itu unik2. Indro yang gak pernah sisiran 11 tahun, Wede yang ketawanyya bisa ngusir gajah jarak 100 m, Angga yang pedenya ngalahin artis papan tulis (eh salah, papan atas), Hendra yang jaimnya ngalahin Pak RT setempat, Epi yang kalau bilang 'maap' bisa ngalahin Mpok Minah, dan Daru yang selalu always Sok Imut.
Semuanya unik.
Tapi ya...itulah...
Kini sudah tiba saatnya untuk memutuskan ikatan kerja dengan mereka. Meski aku berharap ikatan persahabatan dengan mereka tak akan pernah putus.
mmm...
persahabatan?
cuih
**geli sendiri dengar kata persahabatan dengan mereka**
Mengutip Mbah Surip:
I LOVE YOU FULL.....
