Sabtu, 23 Februari 2008

Are U Lonely Enough?



Ika: I'm a wife, and they're just unmarried yet couple!





Fallen flower: At least I'm a independent flower now. I'm not depend on the tree's feed!





Fingers: Don't worry fellows, we're just fine...





Meta: Can't join? It's ok for me.

Best Collection




Foto ini keren karena diambilnya dengan posisi yang agak maksa, tapi bisa natural..di lift Grand Indonesia



Kalau yang ini keren karena gw diapit dua cowo..hehehe...di kasir Blitz..sempet2nya...

Ika and Reva : 2 Amazing Girls

Apa yang terjadi kalau Ika dan Reva bertemu?
Kejadia-kejadian gila pun terjadi.

Seperti yang terjadi waktu ulang tahun gw, kita nmakan-makan di Burger King.
Usilnya Reva kumat. Melihat ada topi ulang tahun gratisan nganggur, dia borong aja. Terus dia 'paksa' kami berlima (gw, reva, ika, novan dan mas kelik) memakainya.
Jadilah kami berempat (mas kelik gak mau) menjadi ratu-raja (bentuk topinya seperti mahkota)..

Wer're having fun. Meski awalnya sibuk masing-masing dengan beritanya. Then we ate, talked, laughed, sang and went crazy..


Setelah kenyang makan, kita sepakat untuk nonton di blitz
dan tiba-tiba ika melontarkan idenya.

"Berani gak make topi ini sampe Blitz?"

Gw dan Nopan langsung menggeleng dan buru-buru melepas topi kucluk itu. Cuma Reva yang menjawab

"Boleh,"

Dan jadilah mereka berdua memakai foto itu mulai dari bruger king Sarinah dan gayanya yang top abis...




Emang sih kita naik taksi, begitu sampai Grand Indonesia, mereka masih dgn pedenya make topi itu. sampai ada anak kecil yang mlogo ngelihat kelakuan mereka yang cuek abis.
Bahkan begitu sampai depan lift ada poster iklan baju, dan mereka berfoto-foto lagi...



lagi...



dan lagi...



Sampai di Blitz, mereka tetap setia menggunanakan topi itu..
Ika yang sibuk nyari uang kecil rupiah karena kebanyakan uangnya dalam yuan dan ringgit sisa gaji TKWnya dan tampang Reva yang pasarah karena harus nonton film yang sama untuk ketiga kalinya...



Begitu selesai bayar dan menyadari banyak orang yang ngelihatin mereka, baru deh sadar. "Ka, kan udah nyampe Blitz. Udah ya'" kata Reva memelas.. "iya nih, udah yuk," kata Ika...Ketahuan deh.....

Ika dan Reva.
Dua gadis (ups, ika udah gak gadis ya..) ini memang unik.
Dua-duanya super cuek, pede selangit, sekaligus sensitif. Bingung kan...
Ika sensitif sama hal-hal yan gberbau sosial dan detail. Misalkan dia bisa mencari hal-hal positif di tengah suasana yang gak enak. Misal kalau kena macet gara-gara kebanjiran, she just try to enjoy it. Dia juga sensitif kalau ada pengemis atau anak kecil yang ngamen.

Sementara Reva, dia sensitif kalau ada orang yang berkelakuan aneh. Misal kalau ada cewe yang bodinya seksi abis, dia pasti langsung nyeletuk, "gila bodinya. Kapan ya gw kaya gitu," atau kalau ada orang yang dadanannya aneh. "gak banget deh,"

Ika suka benda-benda vintage seperti baju-baju ibu atau neneknya yang sering dipakainya liputan, dan tetap bisa kelihatan fashionable di dia (itu yg gw ngiri. dia pake apa juga keren).
Sedangkan Reva suka benda-benda bermerek.She has parfume collection yang harganya mungkin lebih mahal dari gaji gw sebulan, kosmetik, koleksi baju dan aksesoris branded, sepatu, dll, dll. Tapi kerennya, dia orang yang sangat pemurah, royal, gak perhitungan, dan pantang banget ngeberatin orang. Seperti dia itu sering banget traktir gw, tapi susah banget ditraktir. Bahkan kalau naik taksi bareng, dia susah banget bayarin die. kan gak enak nebeng terus. But, dia sangat menghargai pemberian orang lain. Pernah gw cuma traktir dia es krim atau roti bakar, dia langsung berterima kasih dengan mata yang berbinar-binar dan senyum merekah.

Dear Ika and Reva, both of you are very unique. And i love u just like that.
Both Ika and Reva, keep going crazy and color my life. Both of your attitude bring so much learn for me.

Tapi sekarang Reva udah gak liputan lagi, jadi gak pernah ketemu lagi. Kalau biasanya gw sms reva acara pagi, reva forward ke ika. stlh reva gak liputan, gw pernah lupa sms ika acara liputan. maaf ya ka, it is not neceserry living life without Reva says "Gak banget deh,"...

Jumat, 08 Februari 2008

Gendut Mau Ujian, Yang Ribet Serumah

Si gendut, mau ujian masuk ITB. tapi disuruh belajar aja susahnya minta ampyun.
Semuanya mama yang ngurus, dianya mash bodo amat..

boro-boro belajar, disuruh ngisi form pendaftaran aja susah banget. akhirnya baru diisi menjelang mau berangkat ke tempat pengumpulan. baru berapa kolom yang diisi udah ngeluh pusing. karena matanya yang silinder, ditambah minus. kacamatanya udah gak cocok, jadi kliyeng kliyeng kalo harus ngelihat yang kecil-kecil... akhirnya terpaksa di stuntment sama si tante...

ini baru ngisi form, gimana kalau nanti ngisi ujian ya????







Gara-garanya apa lagi kalau bukan karena hobinya main game di komputer, play station, baca komik sambil tiduran, dll dll...

kalau udah nge game, gak ada yang bisa ganggu, kecuali makan dan buang air..
mandi lupa, beres-beres lupa, apalagi belajar, kelaut aja!!




Tapi sebenarnya dia pinter, cuma malasnya itu...ampu deh..
tapi semoga saja Allah mengijinkan kamu lulus dan dapat yang terbaik, ya de...

Sibuk Liputan? Tetep...Gaya...




Biarpun sibuk liputan, foto-foto tetap jalan. Bahkan dengan senang hati mengoptimalkan bakat para fotografer yang lagi nganggur. Seperti foto bareng reva n siti yang dijepret mas agus, humas PLN. dan foto bareng meta yang difoto mas taufieq, fotografer majalh tambang -kalo hak salah-.
Below are some my fav pictures
. Not the most, but represent how i thanks to god that let me to know them.















kalau yang ini fotografernya masih amatiran, mas deden dengan E90 nya. Hasilnya lumayan lah....

Pekerja Malam











Hidup ini memang kejam, bagi sebagian orang.
Larut malam bukan berarti tanda untuk beristirahat.
Langit gelap justru petanda bagi segelintir warga Jakarta untuk mulai mengais rejeki.
Meski badan sudah renta, melihat pun sudah pudar -apalagi dimalam hari-, dua lelaki yang saya temui di pinggir jalan dekat rumah menyadarkan saya.

Betapa Allah memudahkan saya dalam mencari rejeki. Saya bisa menjalani pekerjaan yang saya suka, yang memang cita-cita saya dari kecil. Kalaupun harus pulang malam, saya masih bisa menjalani dengan biasa saja. part of job. Imbalannya pun lumayan, tidak membuat pusing 7 keliling di akhir bulan. Dan yang pasti pekerjaan saya membuat saya lebih peka, lebih perhatian pada sekeliling saya -karena dituntut demikian- termasuk pada kedua bapak-bapak ini.

Yang satu adalah pemanggul bakul sekoteng yang terus berjalan mencari orang yang mau membeli dagangannya. Padahal sekoteng sekarang ini bukan makanan favorit dibanding fast food yang bisa delivery service.

Sementara yang satu lagi merupakan penjual sayuran. entah apa yang ada di benaknya kok dia menjual sayuran mulai malam hari, di pinggir jalan, sendirian (gak ada penjual lainnya), sayurannya pun cenderung sudah layu sehingga jarang yang beli.

Tapi tentu dibalik itu semua ada yang membuat setiap orang yang melihatnya malu. Terutama yang masih muda seperti saya, yang sering mengeluh karena pekerjaan. malu pada mereka yang masih bekerja tanpa mengeluh, atau karena tak ada pilihan lain, meski harus menerjang dinginya malam...

Brrrrrrrrrr.....
padahal baru turun hujan, dan kemarin baru banjir.....

PW -Posisi Wuenak-











Inilah aksi mas dadan di kursi redpel, dengan laptop redpel, di meja redpel, dengan gaya seperti redpel..hehehe

kaki nangkring memang posisi paling wuenak, itu jug ayang sering gw lakukan kalau di kantor. malah rasanya gak bisa mikir kalau gak nangkring.

Hehehe...posisi mentnukan prestasi

Sekolah Keringat Dingin











Namanya aja sudah bikin keringat dingin...
SBM Sampoerna ITB

Sumpah, deh. Semuru-umur nggak pernah kepikiran bisa masuk sekolah macam begini. Isinya? boohhh...orang kantoran semua..jadi setiap kuliah yang ada gw kelihatan banget orang lapangan.
Paling lecek, kucel, berantakan, awut2an..ampun deh..

Pertama ketemu mereka beneran panas dingin. Secara pinter2 semua..jadi minder, bisa gak ya nyeimbangin????

Tapi lama kelamaan, lucu juga.

Mereka memang cerdas cerdas. Tapi cerdas di bidang masing-masing. Sementara dikelas itu ada beragam orang dari bidang yang berbeda. Yang terjadi malah sering heboh karen sudut pandang yang berbeda.

Bayangkan, ada seorang geolog minyak berpengalaman berumur 55 tahun dan ada gw yang wartawan lulusan komunikasi yang baru 22 tahun. Ada yang VP Komatsu, perusahaan alat berat itu, ada ex pegawai microsoft, ada yang kerja di Bank, ada tukang listrik, ada yang bisa ngerjain akutansi sambil merem sementara yang lain merem melek. ada PNS, ada pegawai multi national company, ada pegawai BUMN, ada wiraswasta.

sampai kadang dosennya yang kelabakan karena muridnya heboh sendiri kalau diskusi... lebih heboh lagi karena mayoritas kelas diisi kaum cowok. Bayangkan, dari 37 siswa, perempuannya cuma 4 orang. Gimana gak berasa ratu. Tapi tetep, kalau urusan ngantri jatah makan siang, gak ada istilah lady first. yang ada siapa cepat dia dapat..

tapi kalau masalah solidaritas dan sensitivitas, kelas ini emang juara. pernah kami secara spontan mengumpulkan uang THR untuk OB yang bahkan jumlahnya lebih besar dari gaji gw...hikss

whatever, yang pasti kelas ini menakjubkan..alih-alih bikin grogi, kelas ini makin hari makin memotivasi, bahwa gwbisa mendapat yang lebih baik jika mau berusaha, belajar dan berdoa.
Amiiin..

Kerja di Media, HETRIK!!!
















kerja di media emang gak ada matinya, jam 12 malam pun masih banyak yang seliweran.
heran, pada nggak capek apa ya? Demi Detik Ini Juga? Ciee....

nb:memang ini bukan jam 12 malam teng, tapi dijamin, kalau kantor biasa pasti tingal satpam dan OB.

MetroMini VS Polisi


Jumat kira-kira dua minggu lalu,

Saya naik metromini menuju arah liputan seperti biasanya. Nggak penuh, cuma beberapa orang saja. Makanya si sopir dan kenek terlihat 'ngebet' banget menggaet penumpang. Sampai-sampai lampu merah tega diterobos dan nekad ngambil penumpang di tengah2 jalan persimpangan. Awalnya cuek, tapi tiba-tiba....

Priiiiiiiiiitttttttttt!!!!!!!!!!!

Sumprit pak polisi ternyata nyemrpit dari belakang. Si pak polisi naik mobil polisi sambil meemncet klaksonnya terus-terusan.berisik banget, deh.

Metromini pun dengan pasrah menyingkir ke tepi jalanan.

Uniknya, kalau tragedi penilangan yang sering saya lihat adalah pak polisi turun dari mobilnya, menghampiri mobil tersangka, memberi hormat dan mengintrogasi dsb dsb...

tapi khusus sekarang, si kenek yang turun dari metromininya, menghampiri mobil polisi, memberi hormat, dengan menyalurkan tangannya ke dalam mobil polisi.

setelah kenek balik ke metromini saya tanya:

saya: "dikasih berapa bang?"

kenek: " 10 rebu!" jawabnya kesal.

saya: "10 ribu? emang mau?"

kenek: "Yah..lima rebu aja biasanya mau, bu," katanya tertawa.

Mendengarnya saya dan beberapa penumpang geleng-geleng sampai tersenyum miris..
semoga hanya 'sedikit' polisi yang begitu....

tapi ditilang tidak membuat tim metromini itu jera. sesampainya di sebuah perempatan, si sopir didukung si kenek nekat menerobos pembatas busway agar bisa melenggang di busway yang kosong...

Saya dan penumpang kembali tergeleng-geleng..
semoga hanya sedikit angkutan kota yang begini...

Yang suka baca blog ini: