29 July 2009,
Surat elektronik itu datang tepat saat adzan magrib berkumandang di televisi. Pengirimnya nama seseorang, membuatnya tak jauh beda dengan email-email lainnya. Mataku baru terpana saat melihat 'subject' email:
'Informasi Pendidikan Bimbingan Profesi Sarjana PT. Pertamina (Persero)'
trip. trip. Kukedipkan mata dua kali. Habis itu mataku langsung melotot.
Hah????
Astaghfirullahh...
Ini kan......PENGUMUMAN PERTAMINA....YAP, PENGUMUMAN PERTAMINA YANG DIKIRIM HANYA PADA PESERTA YANG DITERIMA BEKERJA DI PERTAMINA!!!!
Alhamdulillah....Ya Allah..jika ini benar jalan terbaik yang engkau tunjukkan padaku, izinkan aku bersyukur padaMu. Walau sebenarnya aku bingung bagaimana caranya meluapkan rasa bersyukurku padaMu....
Langsung saat itu juga aku ngacir ke kamar mandi, berusaha jalan dengan tenang, tapi jantung masih terasa mau copot...
Ya Allah...aku mencoba tenang, namun senyum tak hilang dari bibir...
Sambil dag dig dug, aku ambil wudhu dan bermaksud segera sholat magrib. Saat ini, sholat magrib sambil bersyukur dan bersujud se-sujud-sujud-nya menjadi satu2nya yang terpikir olehku untuk bersyukur padamu.
Setelah sholat magrib, pikiranku langsung melayang..Sibuk mendaftar siapa saja yang akan kutelp. Nomor 1, jelas. Mama.
Kubagi kabar gembira itu ke mama, dan tentu saja, beliau senang bukan kepalang. Mengucap namaMu berulang-ulang kali. Selanjutnya ke papa, Didik, dan Mba Irna. Oh ya, sebelumnya aku juga sudah cerita ke Mba Kokom -atasanku- saat kebetulan bertemu di Toilet.
Hanya dalam hitungan menit, rupanya berita itu sudah menyebar ke banyak saudara. Kontan saja HP ku berbunyi telepon maupun SMS yang masuk.
Resign
Senang bukan kepayang memang tidak bisa dipungkiri. Namun masih ada satu tugas tersisa untuk diselesaikan. Resign.
Yup, aku harus segera mengurus resign karena waktuku tak banyak. Bayangkan saja, email baru masuk 29 Juli 2009 sekitar pukul 18.00. Namun pendidikan akan resmi dimulai pada 10 Agustus pagi.
Toeng...toeng....toeng... Apa kabar dengan 1 month notofocation????
Akhirnya, setelah konsultasi dengan Mba Kokom dan HRD, alhamdulillah bisa dipermudah.
Mba kokom bilang, selama atasannya mengizinkan, 1 week notofication bisa berlaku
Mba Mira (HRD) bilang, divisi redaksi memang lebih mudah karena personilnya tidak bekerja relatif harian. Maksudnya kerjaan sehari bisa langsung selesai sehingga tidak memiliki beban kewajiban dalam jangka waktu tertentu. Pekerjaannya pun bisa langsung dialihkan ke orang lain.
Hari ini, 31 Juli 2009, Aku resmi mengajukan pengunduran diri dari Detikcom. Tempatku bernaung dan belajar selama 2,5 tahun terakhir.
Aku mengajukan pengunduran diri mulai 6 Agustus 2009.
Akan jadi apa aku nanti? Kita lihat saja.
Jumat, 31 Juli 2009
Senin, 27 Juli 2009
Waiting is not interesting
waiting is not an interesting thing to do. yeah, i know it and all people agree with it.
I just want to emphasize it right now.
Nowadays, i still wait for Pertamina's final announcement. Recuitment announcement.
It almost 3 weeks after the last medical test, and there is no any responds or statement from this big state own company.
so, what i can do now is just waiting.
Actually, when i had my psikotest and english test, the recruiter said that they will announce the final result on end of July. Thus, the lucky persons -who are received as Pertamina's newcomer- can start their classroom study on early August.
but as you can count...now is already end of July..and there is nothing. no announcement, no responds.
what would i say..
The worst thing i can conclude is that if i were not receive any announcement, it means that i am not the lucky one..
maybe staying on detikcom longer will be the best thing for me..
God, i just hope that you will give me the power to live in the best way you introduce me.
Amiieeenn......
I just want to emphasize it right now.
Nowadays, i still wait for Pertamina's final announcement. Recuitment announcement.
It almost 3 weeks after the last medical test, and there is no any responds or statement from this big state own company.
so, what i can do now is just waiting.
Actually, when i had my psikotest and english test, the recruiter said that they will announce the final result on end of July. Thus, the lucky persons -who are received as Pertamina's newcomer- can start their classroom study on early August.
but as you can count...now is already end of July..and there is nothing. no announcement, no responds.
what would i say..
The worst thing i can conclude is that if i were not receive any announcement, it means that i am not the lucky one..
maybe staying on detikcom longer will be the best thing for me..
God, i just hope that you will give me the power to live in the best way you introduce me.
Amiieeenn......
Sabtu, 25 Juli 2009
Wisuda MAB SBM ITB 2009
Akhirnya...
Perjalanan 2 tahun pulang malam, gedebak gedebuk dengan buku setebal bantal yang berbahasa inggris, melewatkan akhir minggu di kelas seharian..
akhirnya itu semua berakhir di 18 Juni 2009
di hari itu gw wisuda. gw di wisuda sebagai master administrasi bisnis alias MAB (MBA in indonesia). jebolan Energy Management School of Business and Management Institute Teknologi Bandung.
Yup ITB.
Kampus yang bahkan gw gak pernah bermimpi untuk kuliah disini. Meski sehari-harinya gw kuliah di Jakarta, tapi secara administrasi gw tetap tercatat sebagai lulusan dari salah satu kampus papan atas di negeri ini. Master pula.
Well,,,,semuanya gak bakal kejadian kalau gw gak dapet beasiswa dari Departemen ESDM.
Besides of that...kerja keras selama 2 tahun tiba-tiba jadi gak kerasa saat sadar harus pisah sama temen2..
padhal kalau diingat dulu...
pulang jam 11 malam,
melewatkan sabtu di kampus seharian
tidur malam karena harus ngerjain tugas.. well yang bikin lama sebenarnya bahasa inggrisnya sihh
membawa gembolan berisi buku2 yang tebelnya lumayan bisa buat nabok plus laptop
ujan2an naik ojek dari rumah demi kuliah hari sabtu jam8 pagi...alhasil di kelas kedinginan deh..
makan2 sama mas anis, mas joi, sigit usai kuliah di tebet
berebutan antre makan siang atau snack...
sibuk menghitung siapa yang gak masuk, karena berarti ada jatah lebih
melayani rayuan2 dari mereka2 yang absennya sering bolon (gw sekretaris kelas bo..muka gw udah identik ama absen)
nyiapin kado buat Millind..dosen praktisi ekspatriat yang gak bisa bhasa indonesia
ngegosipin asal usul anak sekelas..ini cucunya menteri, itu anaknya dirjen..itu ponakannya artis bla bla bla
melobi dosen kala sebagian besar kelas tidak bisa menyelesaikan tugas ontime. Chef, please lobbying,,,,hidup pak kartono!!!
wah, pokoknya banyak deh kenangan dua tahun ini..
yang pasti jauh lebih berharga ketimbang titel master yang kusandang sekarang...
tak lupa, perjuangan dan support mama dan kekasihku, didik,
pengertian dari partner kerjaku, mba kokom, mba irna, and all reporters...
this title is dedicated for all of you...
Best Regards From Me
Kamis, 09 Juli 2009
1,6 KM untuk Pertamina
Yup, kamu harus kuat lari 1,6 Km agar bisa diterima jadi pegawai Pertamina.
1,6 km alias 4x400 m adalah jalur yang harus ditempuh calon peserta, seperti akyu ini sebagai tes kesehatan terakhir dalam rangkaian seleksi BPS Pertamina 2009.
Yang dihitung oleh petugas adalah jarak tempuh.
Kalau cowo standard-nya 8-10 menit, kalau cewe 10-12 menit.
Tapi denger-denger ada cewe yang 14 menit bisa lolos juga.
Rasanya gimana?
brrr....udah kaya udang rebus dehh...brrr...muka merah, napas ngos2an, kaki sengklek..
cuma mengandalkan mantra dari temen:
"CUMA GW YANG LOLOS! YANG LAIN GAK!"
tapi denger2 lagi abis ini masih ada wawancara dengan TOP Management..
Oh..NO...
Bukannya takuttt....Tapi cauappeekkk... Langsung aja diumumin lolos atau gak, aja gethu!!!
Tapi, ya, kembali lagi gw milih berpasrah..Ya Tuhan..Tunjukkanlah Jalan Terbaik ke Hamba-Mu ini...
1,6 km alias 4x400 m adalah jalur yang harus ditempuh calon peserta, seperti akyu ini sebagai tes kesehatan terakhir dalam rangkaian seleksi BPS Pertamina 2009.
Yang dihitung oleh petugas adalah jarak tempuh.
Kalau cowo standard-nya 8-10 menit, kalau cewe 10-12 menit.
Tapi denger-denger ada cewe yang 14 menit bisa lolos juga.
Rasanya gimana?
brrr....udah kaya udang rebus dehh...brrr...muka merah, napas ngos2an, kaki sengklek..
cuma mengandalkan mantra dari temen:
"CUMA GW YANG LOLOS! YANG LAIN GAK!"
tapi denger2 lagi abis ini masih ada wawancara dengan TOP Management..
Oh..NO...
Bukannya takuttt....Tapi cauappeekkk... Langsung aja diumumin lolos atau gak, aja gethu!!!
Tapi, ya, kembali lagi gw milih berpasrah..Ya Tuhan..Tunjukkanlah Jalan Terbaik ke Hamba-Mu ini...
Sabtu, 04 Juli 2009
Apa yang kau cari di Pertamina? (review tes kesehatan pertamina)
"Apa yang kamu cari di Pertamina, nak?"
Pertanyaan itu terlontar dari seorang dokter yang memeriksa USG -bagiandari prosesi tes kesehatan Pertamina- Jumat lalu.
Pertanyaan sederhana yang membuatku bertanya-tanya sampai sekarang. Iya, ya. Apa yang gw cari di Pertamina? Apa gw bakal lebih bahagia di sana? Apa gw bakal menikmati hidup dan kerjaan
gw seperti yang gw alami sekarang?
Pertanyaan ini yang masih kepikiran sampai sekarang..dan belum ada jawaban yang sreg..
Saat ini, gw melakukan pekerjaan yang gw dambakan sejak SMP. Wartawan. Pekerjaan yang bagi sebagian orang tidak mudah, terlihat keren dan cerdas. Menjadi wartawan bagaikan warga kelas 1 di negeri ini.
Kebal dari tilang menilang dan urusan dengan kepolisian selalu jadi mudah.
Dekat dengan pejabat dan orang2 penting di negeri ini.
Traveling on free!!! -Kalo yang ini kudu gw akuin, mantabs!
Free access to dreamed event and places!! -konser, penjara, and many more
dan yang paling penting, punya kesempatan dan segala fasilitas untuk menambah wawasan dan networking (wajib malah).
DItambah lagi kerjaannya adalah menulis. -this is what i love to do-
Soal penghasilan? Untung aja gw kerja di media yang udah established, sehingga bisa menggaji gw di atas rata-rata wartawan lain. Terlebih lagi, karena tinggal ama nyokap, penge
luaran gw jadi gak banyak..jadi bisa nabung dan beli barang2 yang diinginkan..
SO.......WHAT ELSE I LOOKING FOR?
Apa yang gw cari lagi,
Apa alasan gw harus pindah? -ke Pertamina-
kalau menurut mama:
Pertamina itu lebih menjamin untuk masa depan.
Segala fasilitas mulai dari kesehatan sampai pensiun lebih terjaga...
Kalau di media, kita gak tahu kapan perusahaan kita bangkrut. Jika terlalu lama disitu, malah nanti kehilang kesempatan untuk bekerja di tempat lain. Mumpung masih muda, jadi bisa cari yanglebih, kalau sudah tua, bakalan lebih susah.
kalau menurut didik -my beloved one-:
"Aku bukan mempermasalahkan berapa penghasilannya dibandingkan pekerjaanmu sekarang. Tapi aku lebih memikirkan waktu yang harus kamu habiskan untuk bekerja. Kalau kamu bekerja di Pertamina, jam kerjanya lebih teratur dan lebih singkat. (Jam kerja Pertamina 7 am-3.30 pm). Bandingkan dengan sekarang, paling cepat pulang jam 6.30 pm, kadang malah jam 9 malam.pagi2 tetap berangkat. Seandainya nanti kamu punya anak, gimana? Anak kan gak cuma butuh uang, tapi perhatian,"
"Selain itu, kalau kamu di Pertamina, yang pasti akan bikin mama kamu lebih lega dan tenang. Itu kan syarat kedua (setelah lulus s2) untuk nikah?"
yeah..yeah..yeah...
a lots of reasons from them for me to move to pertamina. but, what about my passion? tapi kalau ditanya: emangnya kalau lo keterima, lo gak mau pindah ke pertamina?
wellll.......kayanya gak mungkin juga lah gw nolak...pertamina gwtho lohh...
after all what i have done befor...
jungkir balik untuk tes, melawan 89.000 peserta lainnya...i don't think that i would release it as that simple..
tapi itu lebih karena untuk menghargai kerja keras gw, menghargai 89.000 orang yang kalah.. bukan karena gw emang berambisi untuk kerja di sana...
oh ya?
wel..kalau diingat2 sebenarnya gw justru pernah punya janji hati..halah.. maksudnya pernah bergumam dalam hati ketika liputan di pertamina. 'someday i will work here'
janji itu kemudian berkembang setelah gw dikandangkan detik. gw bergumam, 'gw gak akan pindah dari detik kalau bukan ke pertamina'
jadi, sebenernya, kenapa ya gw harus pindah ke pertamina? kenapa gw pernah bergumam seperti itu?
ah, kaya keterima aja..
Amiieeennn....
nb: berikut rincian tes kesehatan pertamina kemarin. hari kamis besok masih ada tes kebugaran that become the last test.
so good luck for everyone!!!
Pertanyaan itu terlontar dari seorang dokter yang memeriksa USG -bagiandari prosesi tes kesehatan Pertamina- Jumat lalu.
Pertanyaan sederhana yang membuatku bertanya-tanya sampai sekarang. Iya, ya. Apa yang gw cari di Pertamina? Apa gw bakal lebih bahagia di sana? Apa gw bakal menikmati hidup dan kerjaan
gw seperti yang gw alami sekarang?
Pertanyaan ini yang masih kepikiran sampai sekarang..dan belum ada jawaban yang sreg..
Saat ini, gw melakukan pekerjaan yang gw dambakan sejak SMP. Wartawan. Pekerjaan yang bagi sebagian orang tidak mudah, terlihat keren dan cerdas. Menjadi wartawan bagaikan warga kelas 1 di negeri ini.
Kebal dari tilang menilang dan urusan dengan kepolisian selalu jadi mudah.
Dekat dengan pejabat dan orang2 penting di negeri ini.
Traveling on free!!! -Kalo yang ini kudu gw akuin, mantabs!
Free access to dreamed event and places!! -konser, penjara, and many more
dan yang paling penting, punya kesempatan dan segala fasilitas untuk menambah wawasan dan networking (wajib malah).
DItambah lagi kerjaannya adalah menulis. -this is what i love to do-
Soal penghasilan? Untung aja gw kerja di media yang udah established, sehingga bisa menggaji gw di atas rata-rata wartawan lain. Terlebih lagi, karena tinggal ama nyokap, penge
luaran gw jadi gak banyak..jadi bisa nabung dan beli barang2 yang diinginkan..
SO.......WHAT ELSE I LOOKING FOR?
Apa yang gw cari lagi,
Apa alasan gw harus pindah? -ke Pertamina-
kalau menurut mama:
Pertamina itu lebih menjamin untuk masa depan.
Segala fasilitas mulai dari kesehatan sampai pensiun lebih terjaga...
Kalau di media, kita gak tahu kapan perusahaan kita bangkrut. Jika terlalu lama disitu, malah nanti kehilang kesempatan untuk bekerja di tempat lain. Mumpung masih muda, jadi bisa cari yanglebih, kalau sudah tua, bakalan lebih susah.
kalau menurut didik -my beloved one-:
"Aku bukan mempermasalahkan berapa penghasilannya dibandingkan pekerjaanmu sekarang. Tapi aku lebih memikirkan waktu yang harus kamu habiskan untuk bekerja. Kalau kamu bekerja di Pertamina, jam kerjanya lebih teratur dan lebih singkat. (Jam kerja Pertamina 7 am-3.30 pm). Bandingkan dengan sekarang, paling cepat pulang jam 6.30 pm, kadang malah jam 9 malam.pagi2 tetap berangkat. Seandainya nanti kamu punya anak, gimana? Anak kan gak cuma butuh uang, tapi perhatian,"
"Selain itu, kalau kamu di Pertamina, yang pasti akan bikin mama kamu lebih lega dan tenang. Itu kan syarat kedua (setelah lulus s2) untuk nikah?"
yeah..yeah..yeah...
a lots of reasons from them for me to move to pertamina. but, what about my passion? tapi kalau ditanya: emangnya kalau lo keterima, lo gak mau pindah ke pertamina?
wellll.......kayanya gak mungkin juga lah gw nolak...pertamina gwtho lohh...
after all what i have done befor...
jungkir balik untuk tes, melawan 89.000 peserta lainnya...i don't think that i would release it as that simple..
tapi itu lebih karena untuk menghargai kerja keras gw, menghargai 89.000 orang yang kalah.. bukan karena gw emang berambisi untuk kerja di sana...
oh ya?
wel..kalau diingat2 sebenarnya gw justru pernah punya janji hati..halah.. maksudnya pernah bergumam dalam hati ketika liputan di pertamina. 'someday i will work here'
janji itu kemudian berkembang setelah gw dikandangkan detik. gw bergumam, 'gw gak akan pindah dari detik kalau bukan ke pertamina'
jadi, sebenernya, kenapa ya gw harus pindah ke pertamina? kenapa gw pernah bergumam seperti itu?
ah, kaya keterima aja..
Amiieeennn....
nb: berikut rincian tes kesehatan pertamina kemarin. hari kamis besok masih ada tes kebugaran that become the last test.
- tes urine (lo juga kudu bawa feses yang yeaksss banget pas ngambilnya!!!)
- ambil darah
- tes pendengaran (masuk ke ruang kedap suara dan disuruh dengar resonansi yang rendaaahh...banget.. kudu konsentrasi tingkat timggi)
- tes paru-paru (disuruh niup alat sekencang2nya untuk diukur seberapa kuat pernapasan lo. lucunya ada peserta yang inisiatif buka baju karena dipikir padahal gak perlu..hehehehe)
- ronsen (harus buka bra, peniti kerudung, dan segala logam-tapi tetep pake baju kok)
- timbang berat badan (ii nih yang bikin susternya ngerengut dan gak percaya ama berat gw. well..saya gak kelihatan 72 kg ya sus?)
- rekam jantung (buka baju, ditempelin alat2 di sekitar dada..disuruh rileks..tapi jangan ketiduran)
- gigi (mangap, napas dari idung. dan doketrnya akan ngecek gigi mana aja yang cacat)
- mata (baisa lah. lucunya minus gw malah turun jadi 1/4 padahal kacamata gw 1/5-3/4)
- pemeriksaam fisik (ini nih yang paling berkesan, awalnya dipijit dan diraba2 sekitar leher, terus payudara diuwel2 buat negcek ada tumor or kanker, ketika, sampai kaki. kuping dilihat conge'an apa gak, dan terakhir, dubur lo di ulik2 buat lihat wasir apa gak. untung dokternya cewek kerudung panjang dna dia sempat menenangkan..)
- last, USG..
so good luck for everyone!!!
Langganan:
Postingan (Atom)