Sabtu, 31 Mei 2008

Bapaknya Alissa Soebandono Jadi Dosenku

Selama ini memang banyak orang top yang jadi dosenku. Mulai dari mantan pejabat, sampai yang masih menjabat. Direktur inilah direktur itulah.

Tapi baru kali ini ada bapaknya artis yang jadi dosen gw. Ya, JP Soebandono, bapaknya Alissa Soebandono yang artis sinetron remaja itu, lhooo... (sok tahu deh gw*)

Awalnya kita gak ngeh. Soalnya doi biasa banget. tipikal bapak-bapak yang tinggal menikmati masa pensiun. Pinter sih, secara lama hilir mudik dan tinggal overseas... tapi siapa nyangka dia bapaknya artis.

Awalnya anak2 udah pada kasak kusuk. Tapi gak yakin gitu. Sampai akhirnya dia mengeluarkan statement:

"Memang tidak mudah berkomunikasi dengan orang yang berbeda paradigma dengan kita. Seperti saya dengan anak saya yang sekarang seorang artis. Dia pikirannya sudah beda dengan saya. Malah saya suka dibikin pusing jadinya kalau bicara," katanya sambil menepuk dahi.

Sontak anak-anak langsung kasak kusuk.
Bahkan
Sampai terderang ada suara cowok yang bilang "Oh, Ayah,"

Hihihihi..ampun deh.

(JP Soebandono ngajar People Management and Organizational Behaviour, Sabtu 31/5/2008)

Minggu, 18 Mei 2008

Kubawa Permen Untukmu


Di pertigaan wisma Antara, jam 9.30an

Rencananya sih menuju ke ESDM.
Di pertigaan, ada dua anak kecil yang lagi main2 ama ibunya. Aku langsung teringat, kalau punya 2 permen di dalam tas.

Terus, kuberikan 2 permen itu pada mereka. Sang kakak malu2 mengambilnya, dan langsung berlari ke si ibu.

Yang lucu, justru si adik yang nampak senang banget dan antusias dapat permen itu. Ia terus tertawa terkekeh kekeh padaku. Ia juga tidak lari seperti kakaknya, justru malah mengajak ku ngobrol. Ia sepertinya dengan giginya yang greges (ompong gak rata) ingin bercerita kalau ia senang banget dapat permen.

tapi apa daya, dengan umur yang sepertinya baru setahun lebih dikit, yan kedengeran cuma "Ayayayaya....tututu..ninini..menmenmen,"

Hahahahaha...gak ngerti, tapi lucu.

Besok, kubawakan lebih banyak, dik.

Sabtu, 17 Mei 2008

Duka Mba Canti

Gila, soal ujian Energy Evaluation of Energy Project ini susah banget (nyebut nama kuliahnya aja belibet).

Meski sudah ada bocoran sebelumnya, tetap aja mikir waktu mau nyalin.

Di tengah berpusing ria dengan soal-soal jahanam itu, mba canti yang disebelahku mendapat telp. Sambil terus mengerjakan ia menjawab telp itu.

Tiba-tiba,
"Apa?!"
"Kecelakaan?!"

semua menoleh ke arahnya, tapi kami dibuat tenag karena ia terus menegrjakan ujian.

Tak lama, ia keluar kelas untuk meneriman telp itu lebih jelas.
Ketika balik ke kelas, siapa sangka, wajahnya sudah bercucuran air mata.
Siapa juga yang nyangka, ia masih bisa tersenyum dan meminta tissue.
Pastinya gak nyangka lagi, ia tetap meneruskan mengerjakan ujian.

Belakangan, kita baru tahu, kalau ternyata dia baru saja dikabarkan kalau pamannya (kakak dari ibunya) mendapat kecelakaan dan dikabarkan meninggal. Ia pun pulang setelah dijemput keluarganya.

Dan setelah kelas bubar, kita baru tahu, kalau pamannya yang meninggal adalah Sopan Sopian yang menjadi headline berturut-turut di detikcom.

Berdasarkan pak KArtono, sopan sopian ini sudah deket banget ama keluarga mba canti. udah kaya bapaknya sendiri deh.

Anyway, Turut Berduka, ya mba Canti. Semoga beliau diberi tempat di sisiNya

Senin, 12 Mei 2008

Mama Kecetit

Sore, di ruang wartawan esdm, tante endang telp.

"Mama jatuh di tangga, kakinya kecentit," kira-kira intinya gitu.
"tadi sudah dibawa ke rumah sakit, tapi doketrnya gak ada. Sudah ke tukang urut juga, tapi kayanya tukang urutnya useless. Syaraf kaki nggak kepegang. Sekarang di rumah sama ade, nanti sore mau coba ke rumah sakit lagi,"

Magrib, telp mama
"Baru aja selese ke dokter. Kata dokter ga papa. ga usah khawatir. Cuma kakinya ga kuat menahan beban badan mama yang kegendutan. Disuruh diet,"

halah!@#$%^&*

Jumat, 09 Mei 2008

I hate them BUT I love them

beberapa orang di sekelilingku menyebalkan.

mereka adalah orang yang:

show up but actually don't have anything
sok pinter padahal basi
sok kenal padahal ngerecokin aja
suka nyuruh-nyuruh, ngomel2 tapi sendirinya nggak konkrit
ngebanggain dirinya dan kelompoknya padahal sebenarnya bapuk juga
ngejelekin orang lain padahal sendirinya nggak oke

gw benci orang2 kaya gitu,
tapi tetap gw merasa terhibur dengan kehadiran mereka supaya gw bisa bercermin,

"Amit-amit ya lih, jangan sampai deh kaya gitu...."

Malaysia, Here I Come

Salah satu obsesi gw tahun ini adalah ke luar negeri. And thanks GOD, gw dapat kesempatan liputan Goodyear di Malaysia.

Banyak banget pengalamannya secara baru kali ini gw di negeri orang. Tapi berikut yang bikin gw takjub:

1. Bersih. Bakal malu banget deh kalau buang sampah sembarangan.
2. Teratur. Kotanya diatur berdasarkan jenis daya tarik. Ada pusat bisnis, pusat pemerintahan, dll.
3. even OB and Cleaning Services, they can speak in 4 languanges! Melayu, English, Chinese. and India.
4. Motor masuk TOL?!!#$%^&*

But the most i dont like is : I think they are underestimate the Indonesian. when they know that actually I am Indonesian (i'm proud of it, Guys!), they act me like i never been there.

Hal serupa bahkan dilakukan petugas bandaranya.

"Mau kerja berapa lama?"
"Majikannya dimana?"

Pertanyaan kaya gitu dah yang harus gw layanin di airport. Tapi begitu gw bilang, " oh, i just come to visit your country for three days. I will back on Tuesday,"

Dia langsung kaget, dan bilang "Oh, on vacation ya?"

Langsung gw sikat aja dengan menjawab "No, i'm journalist. I come here by Goodyear's invitation,"
"Ohh....have a nice journey in Malaysia," ujarnya yang tiba-tiba penuh senyum mengembang....


Hohohohoho.....kena Kau!!!

Here are some fantastic exp



di kerajaan cokelat, Beryl's







Di KLCC, inside Petronas Tower, icon of Malaysia










Kalau ini di tamannya KLCC











Menyaksikan launching produk Goodyear di jembatan Wawasan






Wuuii...hhh.. melaju dahsyat di sirkuit F1 Sepang
.... Kapan lagi, nih...

Yang suka baca blog ini: