Jumat, 02 Juli 2010

Ke Mana Aja di Semarang?




















Anak-anak sekolah dasar negeri




















Tempat beribadah














Pelabuhan Tanjung Emas

Sabtu, 29 Mei 2010

Ketika Pacar Datang Mengobati Rindu Saat Berada di Luar Kota

Ya, ya, ya, saya tahu judul postingannya sudah satu paragraf lagu sinetron sendiri. Tapi itulah yang terjadi, dan saya benar-benar SENANG!!! HORE!!!

Seperti diketahui, saat ini saya sedang menjalani OJT sampai Juli 2010. Sebelumnya saya sempat Mengecap Cilacap selama 2 bulan 2 minggu. Dan sekarang, saya sedang Menggarang Semarang selama 2 bulan 1 minggu.

Sendirian di kota orang memang gampang-gampang susah. Gampangnya karena bisa dibilang hampir semua kebutuhan saya terfasilitasi. Tidak kurang satu apapun. Susahnya, ya karena jauh dari keluarga dan teman-teman yang selama ini selalu setia menemani.

Nah, pada saat-saat seperti inilah, kemudian pacar saya menjadi pahlawan, hehehe...

Demi pacarnya yang manis ini, pacar saya, sebut saja si Mas, terbilang cukup sering menjenguk saya.
Karena si Mas berdomisili di Purwokerto, memang bukan hal yang sulit baginya untuk menjenguk saya di Cilacap setiap 2 minggu sekali. Kadang2 saya yang menjenguknya ke Purwokerto.

Nah, begitu saya pindah ke Semarang, saya pikir ia akan berpikir panjang untuk menjenguk saya mengingat jaraknya sampai 6 jam perjalanan. Tapi ternyata salah. Dan saya senang saya salah.

Pada 28-29 Mei si Mas menjenguk saya di Semarang. Dua hari kami habiskan dengan berjalan-jalan dan nonton di Mall. Sesuatu yang tidak bisa dilakukan di Cilacap dan Purwokerto karena memang gak ada mall di sana. Selain itu kami juga memuaskan diri dengan jalan2 ke Lawang Sewu. Ngapain di sana? Ya foto-foto doonng..Hahahaha

Pokoknya, saya senang sekali dijenguk Si Mas. Entah ia tahu apa nggak betapa senangnya saya, yang pasti kedatangannya membuat saya makin sayang padanya..Heuluh heuluh....ada maunya ajaa...Hahahahaha...Sutralah, yang penting saya senang, si Mas senang. eh, dia senang gak ya?


ini foto saat ke Teluk Penyu, Cilacap























ini saat ke Lawan Sewu, Semarang

Sabtu, 01 Mei 2010

Cincin Maricin

duh, judulnya gak banget yaa...

intinya sih cuma mau cerita aja, kalau hari ini habis beli cincin untuk bulan juli nanti (lamaran,red). entah juga, apakah cincin utk nikahan nanti akan berbeda atau tidak. tapi daripada beli baru, mending pake yg sama aja..

akhirnya kita beli cincin di Toko Italy, Pasar Wage, Purwokerto. Kita mengusahakan banget beli hari ini karena tokonya tutup di hari minggu. sementara ini adalah sabtu terakhir diriku bisa ke purwokerto. secara minggu depan sudah harus cao ke semarang.

detailnya,
cincinku ukuran 19, emas kuning campur putih 5,4 gram,
cincinmas ukuran 16, emas kuning campur putih 5,2 gram

total 10,4 gram. @ Rp 285 ribu/gram, total Rp 3,2 jutaan. plus tawar menawar cuma turun jadi Rp 3,14 juta. plus ongkos ukir Rp 20 ribu utk dua cincin..

so...jadilah kami resmi punya cincin tunangan yg akan dipakai juli nanti
doakan yaa....

Kamis, 29 April 2010

5.3.11

5.3.11

adalah deretan angka bilang prima.
Artinya, bilangan tersebut tidak bisa dibagi lagi dengan bilang lainnya.

5.3.11
akhirnya menjadi tanggal pilihan kami untuk menikah (rencananya, insyaAllah, amieen).
setelah melalui berbagai pertimbangan mulai dari restu, ketersediaan gedung dan masalah banjir.
Yup, banjir dan hujan menjadi concern karena terbayang akan cukup merepotkan kalau harus mondar-mandir dengan menjinjing kain plus nenteng selop.
Tentunya pertimbangan utama adalah tanggal muda sehingga kami berharap banyak undangan yang dapat hadir.

Rencana venue sejauh ini ada 2 pilihan, yaitu:
1. Gedung Departemen Sosial
Ini pilihan mama yang sering kondangan ke sana. Ada mesjid yang bisa untuk akad sekalian dan memang sudah famous sebagai wedding venue. Akses mudah, dan banyak hotel di sekitarnya utk si mas dna keluarga menginap nanti. Harganya sekitar 6 juta kalau siang. 2011 diperkirakan harga naik.

2. Sport Club Kelapa Gading
Ini pilihan papa, yang juga pernah kondangan di sini. Kesannya memang lebih mewah, tapi blm tahu apakah ada fasilitas utk akadnya atau tidak. Akses juga tidak semudah Depsos yg berlokasi di Salemba. Hotel pun jauh. Harganya sekitar 13-15 juta. Karena yg request yg punya duit, ya...bolehlah dipertimbangkan.

Kalau aku sih lebih prefer di Depsos. Jadi selisih dananya bisa dialokasikan utk catering.
Karena bagiku, catering adalah yang terpenting nomor 2 setelah make up.
Makanan harus enak dan tidak kurang, itu adalah harga mati. Harga harus reasonable tentunya..

Perkiraan undangan adalah sekitar 500 orang. Artinya catering yg harus dipesan sekitar 1000-1100.

Okeh, segitu dulu previewnya...ada usulan???

Oh ya, dalam waktu dekat akan hunting cincin di purwokerto aja. Range harga sekitar 2,5-3,5 juta per pasang. tapi blm dapat gambaran model. apalagi katanya cowok gak boleh pake emas kan??? suggestion pleassee..

Sabtu, 17 April 2010

All in One Blog

Dear Diary...

usually i write on this blog when i have special thought. But not this time.
I have no special thought, i have no special thing to be discussed.

as usual, i just back from blogwalking and found my self envy to them who can write properly and easily to be read. there are several types of blogs that i love to read.

1. young family blog. they are the neweds, babymakingprocess couple, and little baby family.

2. bride want to be blog. they are the bridezilles preparing dream wedding.

Some of them even have certain blog for each of their life's step. One person may has personal blog when they are single, wedding preparation blog, and after wedding blog in different.

So, what about me??

Mmmm.... well,,, i decide to have an all-in-one blog. Yes, this blog is my single life blog, my wedding preparation blog and after wedding blog in the same time. Plus this blog also provides stories about anything outside those boundaries.

The reason is just because i am too lazy to have more than one blog. And as the tittle of this blog : Alih's Garbage. So it is contain everything about my life and my journey.

Because My Garbage is My Journey.

Senin, 12 April 2010

Bingung bin Puyeng...

Bingung. Bingung, aku bingung.

Ilang mood, disorientasi, lost spirit, jemu. letih, lelah, lesu. Malas.

Hihihihi,,,,sebenarnya sih cari pembenaran buat yang terakhir aja tuh...

Jemu dengan pekerjaan yang belum jelas, tapi revisi banyak bangett.
Puyeng dengan kerjaan wajib yang malah terbengkalai karena gak ada mood buat ngerjain.

setelah sebulan ojt di cilacap, ternyata aku mendapat pengakuan positif dari pekerja di sini. Terbukti dengan respons mereka yang ingin agar aku ditempatkan disini. Awalnya hanya kuanggap basa basi saja, tapi ternyata mereka serius dengan membuat memo ke jakarta untuk merekomendasikan agar aku ditempatkan disini.

Satu sisi emang seneng karena Cilacap is my second dream city after jakarta. pokoknya, kalau ditempatkan di daerah, aku akan senang sekali kalau ditempatkan di cilacap.

Tapi satu sisi tentunya juga jadi beban. karena setelah ini masih ada ronde kedua. aku ke semarang dan puput akan menggantikanku di cilacap. Bebannya adalah, kalau ternyata puput lebih bagus dari aku, apa gak bakal nyesel tuh mereka udah request aku ke jakarta. dan buat aku tentunya semakin menyempitkan ruang gerak, ekspektasi tentunya, untuk ditempatkan di jakarta.

Karena kalau di jakarta, aku bisa nemenin mama sekaligus memiliki peluang yang lebih dalam pengembangan diri.

jadinya, sekarang bingung deh...ditambah kerjaan yang numpuk gak jelas, plus KKW yang belum juga digarapp... hixx hixx hixx...sumbadi help me out off hereee....

Kamis, 25 Maret 2010

Back to School

Yes, I want to back to school

Stimulated by accidental laptop browsing this day, I suddenly stucked in folders containing energy managements material..
then i remembered all those discussions, tasks, articles, cases, examinations, and specially the dudes. oohh... i really miss them!!!

yes, deep in my heart, i have big dream and desire to go back to school. because honestly, i'm not satisfy about what i've got in master class. maybe because i'm still 'mentah' so i couldn't absorb the whole things.

and now, after i feel how to work in a company as office girl, i know the management, organization, etc. and feel thirsty to know more.. and i know i can absorb the lessons better than i did...

so can i go back to school?

Senin, 22 Maret 2010

Cilacap: Beach & Jail

What do you know about Cilacap.
Terorist? Tsunami? Corruption?
Yes you're right!!





















Cilacap is the only access to go to Nusa Kambangan, the famous isolated jail island where most giant criminals go to. Corruptors, terrorists, drug users & distributors, murders, and all that 'Wanted' people. Nusa Kambangan even has special area named Super Maximum Security. gushbum!

In 2008, a 6 SR of earthquake made Cilacap more well known due to hundreds of victims and the destruction caused by 'little' tsunami. No wonder, because Cilacap is located at South Java Beach that is known as the most dangerous-mystic beach in Indonesia.




















And in 2010, one more predicate is dedicated to Cilacap related to its don't-try-it-at-your-company Good Corporate Governance. The Subcity leader, or Bupati was jailed due to the biggest corruption case in Central Java. The Bupati was stated for 9 years life in jail related to more than Rp 20 billion inappropriate state budget utilization.

Do you curious why Cilacap has so many unique correlation?

Let me add more...

Cilacap has 2 big industries, which are Pertamina Refinery Unit IV and Holcim factory. Pertamina RU IV is the biggest crude oil refinery in Indonesia. and Cilacap cement factory supplies most Holcim demand.

Then...what do you expect from a city that has 2 big industries? -not include its famous traditional medicine center-

Domino effect. it is the chance for smaller industries and micro business to capture industries needs. moreover, lot of people that have high consumption level also become potential market that shouldn't be missed.

But what happened?

This lovely hot city only have one big supermarket & departement store as shopping destination. almost same condition happens in food & beverages business, beauty & apperal center, entertainment facilities, etc.

This city is totally represents a picture when chicken death in its own full-food-cage.

Ayam mati di lumbung padi!!!

But do I like live in here for the last month?
Yes I did.
If you are a fish that is searching for comfort and sustainable feeds, you might arrive in the right place.But if you were a hunger fish, I bet you need bigger pool to swim.

Aliha!

Mari Iri

k Iri. Untuk kesekian kalinya iri dengan orang lain yang bisa menulis dengan cantik dan enak dibaca. Iri dengan kemampuan mereka menulis sekaligu komitmen untuk selalu menuliskan apa yang ada di pikiran mereka. lebih iri lagi pada mereka yang bisa memanfaatkan tulisannya sebagai katalisator pendongkrak kualitas diri.

tapi iri aja gak bakal bikin perubahan,

So I am envy, and let's do the rest!!

Aliha!

Selasa, 16 Februari 2010

I'm 25 and its just started

I am 25, and other chapter of my life is just begun

Mas and his family came to my home last week. It was not a proposal, but only parents meeting & introduction.

The time was closely near to my 25 birthday, and it was a sign for me to start new part of my life..

Kalau ditanya rasanya...ya seneng sih..akhirnya laku juga..
tapi tetap ada rasa hampa alias biasa aja. Mungkin karena sebagian diriku yang belum ngeh kalau hidupku sudah sampai tahap ini. Tapi overall, everything run well..

Another chapter will come next is about my OJT. Dalam tahap ini, kami para newcomers BPS Sekper Pertamina 2009 akan dilempar ke daerah-daerah selama 4 bulan. Kemanakah kami akan pergi??? Sampai sekarang belum ada pengumuman resmi, sehingga yang berkeliaran hanya spekulasi-spekulasi saja..

So, lets wat for several days more...

Kamis, 28 Januari 2010

Injakan Pertama Kami di Pertamina

Tinggal 3 minggu yang tersisa sampai akhirnya kami, para newcomer di Sekper -yang hobi ngritik tapi paling seneng pulang cepet- akan dilempar ke daerah buat ngerasain OJT di unit-unit operasi.

Pada 20 februari nanti, itulah pertama kalinya bagi kami, yang sudah hampir 7 bulan bersama-sama, harus terpisah satu-satu...apalah jadinya mereka tanpaku...hiks..hiks...Halah, lebay!!!!

Sehubungan dengan rencana tersebut (virus memo menjangkit), kayanya seru deh kalau mengulang masa-masa awal kami mulai menginjak kantor ini...















Hayyaa...masih pada 'terawatt' hahahaha...















Aku: Jadi bagaimana Bu Puput dengan arisan berlian kita?
Puput: Duh, lih. Udah gak level gw arisan berlian, skrg lagi pengen kocokan wisata ke antariksa aja deh..jangan kampungan ah..















Ico...jangan pusing ya..Itu kan cuma masalah PR-PO-SA-SR-@#$%^&*. Gyaa....




















Hahahahahaha...disparitas otot yang sangat jelas...wakakaka...Dulu kita napsu banget buat ke gym kantor yang aduhai dan gratis ini. Eh, sekarang....hahahaha..gitu deh




















Akhirnya.... mejeng juga di depan Mr. P. Pertamina maksudnya..bukan Mr.P yang laen lho...hohoho....Bersama Umar, Sonny n Rico... yang moto sapa yah??? L.U.P.A




















Di Balikpapan gak ada monas ya put? Pandangilah sepuasmu, nak...















Bapak dan Anak yang kompak yachh...















Kippy: Mari kita nyanyikan Mars Pertamina pada ketukan keempat!




















Adit mencoba menyangi Monas.
















Prediksi gaji kami. Salah satu alasan yang bikin semangat bangun tiap pagi!



















Brasto dna Tunas Kelapa kebanggaannya.
















Hahaha....Cuma Puput yang sadar kamera, Lainnya Tewas!!!!! eh, ada ratih yang asik dengan Ipod nya..















Baiklah, Bapak-Ibu, mari kita mulai RUPS nya ya...

Senin, 11 Januari 2010

You Are What You Eat

You are what you eat. Ungkapan ini mungkin ada benarnya kalau digunakan sebagai tool untuk mengukur perubahan hidupku (perubahan makan-lebih tepatnya).

Mari kita seksamakan...

Waktu jaman SMP, salah satu makanan termewah yang sulit terjangkau bagiku adalah siomay keliling seharga Rp 1.000 per porsi. Mengapa sulit terjangkau? Maklum, perceraian orang tua waktu aku kelas 6 SD membuat perekonomian keluarga sempat morat marit. Mama yang tiba-tiba jadi single parent harus rela menjual beberapa benda berharganya demi bayar sekolah 2 anaknya dan sekedar beli beras.

Kabar kondisi kami yang lumayan memprihatinkan ini ternyata sampai ke telinga mbah putri yang di Tegal. Ia (kabarnya) menangis tak tega dan langsung mengirimkan sekarung beras fresh panen. Hehehe...makasih ya mbah.

Jadi, siomay keliling yang biasa dibeli teman2ku setiap hari itu hanya bisa kubeli seminggu sekali. Itupun setelah mengumpulkan Rp 200 per hari. Pernah ada orang tua temanku yang kasihan dan kerap memberi uang jajan lebih ke anaknya sambil berpesan 'ini titip buat Alih, buat beli Siomay ya'. Hehehehe...











Sekedar informasi, uang jajanku saat SMP 'mencapai' Rp 3.000 per hari. Rp 1.000 untuk angkot bolak balik, Rp 2.000 buat makan. Habis deh.

Saat menanjak ke bangku SMA, kondisi perekonomian keluarga kami pun kian membaik seiring menguatnya rupiah, kokohnya IHSG dan SBI yang mendukung. Uang jajan pun dengan sukses mengalami kenaikan menjadi Rp 5.000.

Signifikan? Tidak. Karena meskipun uang jajannya naik, tapi harga makanannya juga lebih mahal. Angkot saja naik dua kali lipat dari Rp 500 menjadi Rp 1.000. Tapi setidaknya siomay yang dulu hanya bisa dibeli seminggu sekali kini bisa dinikmati lebih sering. Namun saat siomay keliling itu sudah tidak nge-trend bagi anak SMA macam aku, godaan seperti mie ayam yang semangkok Rp 3.000 ternyata lebih dahsyat.
















Saat kelas tiga, seiring dengan makin banyaknya tuntutan bimbel dan les LIA, todongan kenaikan upah pun makin tajam. Kini aku bisa menggenggam Rp 11.000 per hari yang mana harus cukup untuk transport rumah-sekolah-bimbel/LIA (2 kali angkot)-rumah (2 kali angkot). Sisanya, harus dibagi-bagi untuk jajan di istirahat jam 10, makan siang dan makan sore. Fiuh... receh demi receh pun terasa amattt berharga....

Beranjak kuliah...angin surga mulai terasa. Bagaimana tidak, aku kuliah di Purwokerto yang semua harga makanannya sangat amat bersahabat dengan kantong anak kuliahan. Dengan upah Rp 500.000 per bulan, aku sangat amat bisa ongkang-ongkang kaki -bahkan bisa membuka koperasi simpan pinjam- di tahun-tahun pertama. Dengan Rp 500.000 per bulan, setelah dikurangi pulsa Rp 100.000 dan biaya perintilan kuliah Rp 50.000, jatah per hari bisa mencapai Rp 11.500-an. Padahal, dengan uang Rp 3.000 saja aku sudah bisa melahap nasi plus ayam. Ditambah lagi ada inovasi bernama wedang hik, yang menyediakan nasi kucing seharga Rp 700 per bungkus. nyam...nyam...







Tapi itu hanya bertahan di tahun- tahun pertama. Di tahun ketiga menjelang keempat, tuntutan kenaikan upah mulai terasa. Desakan kenaikan harga (godaan lebih tepatnya) makin merajalela melalui berbagai jenis makanan seperti nasi padang serba Rp 5.000, nasi goreng naik jadi Rp 4.000, dll. Upah dari kerja sambilan jualan burger, magang di LSM dan jadi teller BNI pun lenyap entah kemana. Apalagi kebutuhan untuk perawatan motor dan pengerjaan skripsi pun tak tanggung-tanggung. AKhirnya, disetujuilah proposal kenaikan upah dari Rp 500.000 menjadi Rp 900.000 per bulan. Yiippppiiee...

Setelah lulus kuliah dan uring-uringan karena jobless selama kurang lebih 1,5 bulan, aku pun mencicipi pekerjaan pertama sebagai reporter di Tabloid Info Kecantikan dengan gaji awal Rp 400.000 (tapi kemudian setelah komplain karena tidak sesuai dengan kesepakatan, ditambahin Rp 300.000-masih di bawah standar sih, huh-). FYI, Tabloid Info Kecantikan satu group dengan Peluang Usaha, Peluang Kerja, dll.

Gaji awal yang cukup bikin jantung senut senut mengingat jarak kantor-rumah harus ditempuh 2,5-3 jam (pulang pergi 5-6 jam). Kantor di Fatmawati dan rumah di Pulogadung. Tak ada busway, pilihan satu2nya adalah Patas yang sesak dan jalur yang padat berisi.

Pada masa-masa ini, makanan yang termasuk mewah adalah tumis ceker yang di jual di tenda trotoar depan kantor seharga Rp 9.000 per porsi. Jadi kalau lembur deadline (2 minggu sekali) aku suka pesen ini. Rasanya...uenakkk....
















Aku tak bertahan lama di redaksi ini. Selain masalah gaji dan jarak yang menguras tenaga, nampaknya keahlianku memang bukan di bidang kecantikan. Selain itu, kebetulan aku diterima di detikcom, the biggest Indonesian online news, kata temenku. Akhirnya, setelah 1,5 bulan di Tabloid Info Kecantikan, aku pun hijrah menjadi reporter ekonomi di detikFinance, salah satu kanal detikcom di bidang ekonomi.

Apakah aku lebih piawai di bidang ekonomi ketimbang kecantikan? sama sekali tidak. Pembelajaran tentang APBN, produksi minyak, lapangan2 gas, satuan-satuan energi harus dilampaui dengan peluh keringat dan tetes air mata. lebay.

Tapi keringat dan air mata itu terobati dengan kenaikan upah yang sangat signifikan. Detikcom membayar reporternya dengan sangat baik (dibandingkan sebelumnya). Upah pokok Rp 1 juta (selama kontrak disimpan 20%, dikembalikan setelah jadi pegawai tetap), tunjangan operasional Rp 600 ribu, dan pulsa Rp 200 ribu. Belum termasuk klaim-klaim ojek dan taksi. Gimana gak kipas-kipas pake duitt.....

Perubahan paling nyata tentu terlihat dari apa yang biasa kumakan. Kalau dulu tumis ceker pinggir jalan jadi makanan termewahku, kini tiap ada waktu lenggang aku dan kawan2 reporter lain singgah di Pizza Hut atau tempat ber-AC lainnya. Gayaa.... Padahal dulu, mencicipi Pizza Hut bisa jadi ritual beberapa bulan sekali.









Ekspansi makanan pun terus berkembang pesat. Hingga tahun kedua aku di detikcom, ekspansi makananku sudah mencapai resto-resto di mal-mal besar Jakarta. Sebut saja Pancious, Tekwan, Rice Bowl, dll. Mencicipi makanan-makanan lucu itu bisa kujalani setidaknya 2 minggu sekali. Biasanya sekali makan menghabiskan Rp 30.000-50.000. Untuk makanan harian, perutku sudah terpuaskan dengan sup daging (Rp 15.000) atau gado-gado (Rp 7.000).

















Namun perjalanan hidupku ternyata tak terhenti di detikcom. Agustus 2009 aku resign dari detikcom lantaran diterima di Pertamina yang konon katanya perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia. Correct Me If I am Wrong.

Mulai Agustus sampai Oktober aku menjalani proses pembekalan di asrama. Dilanjutkan dengan magang kerja sejak November hingga kini. Apa perubahan signifikan? Tentu saja makanan yang kusantap.

Kalau dulu aku menjumpai resto-resto di Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Pacific Mall, dll paling banter 2 minggu sekali, kini berubah total. Resto-resto itu seringkali menjadi lahan makan siangku. Bayangkan saja, sekali makan siang aku bisa merogoh kocek hingga Rp 35.000 hingga Rp 50.000. Arrrggghhh...meskipun ada kenaikan upah, tapi tetap saja aku belum terbiasa merelakan uang segitu untuk sekedar makan siang.. Mau jadi apa kantongku esokk???
















FYI, upahku saat magang kerja (OJT) di Pertamina adalah Rp 3 juta (dipotong pajak jadi Rp 2,899 juta). Lumayan jauh dari upah terakhir di detikcom yang sudah lebih dari Rp 4 juta. Tapi aku harus bersabar karena sejak awal diiming-imingi upah kalau jadi pegawai tetap. Rp 7,5 juta belum termasuk tambahan2 lainnya (SPD, bonus, dll).

Bayangkan! Mau kuapakan uang itu nanti kalau dari sekarang tidak terbiasa membelanjakannya???!!!!!

Jumat, 01 Januari 2010

resumed story

well...there are a lot of story in the last week.
very2 a lot, and i do not know where to start...

hmmm...let start 1 by 1...

akhir desember kemarin kira2 tepat 2 bulan gw OJT di BUMN yang katanya terbesar itu..
dalam 2 bulan itu, banyak hal terjadi, termasuk keluarnya sifat asli temen2 gw yang udah gw kenal sejak agustus. sifat asli in term of good and bad.

ada yang makin bikin berdecak kagum, ada juga yang makin bikin geleng2..

well...bergitu juga kelakuan gw yang sering bikin gw sendiri geleng2 gak jelas.

anyway and overall,,, so far so good..
what i do untill know are just capturing and scanning about the workhood.
learn about the atmosphere and also the people.

the result is that i consider there are a lot of intrigues and conflict among the division. this is something that i should spend more energy on it. include preparing myself if i will become the victim.

it seems that i can not trust anyone more,
it was really hurt when someone who you believe as an open-minded person, talk negatively about you, behind you.

and it happen as common thing to everybody...eerrgghh..it seems that i should learn more about it..

and about my friends...

mmm....

since the beginning (classroom), there are some people that have unpredictable behaviour, or unnecessery maybe. they always said that there are no enough chance to express their real capability.

but the reality..they are worse in present social life..it seems that they do not know how to behave in work life...

mm...unfortunately, i can't mention their name due to my open access blog...
damn it! padahal maksud bikin blog kan buat curhat...bisa gak ya di closed aja....ada yang tahu caranya??

akhirnya......

akhirnya.....bisa buka blogspot lagi...
setelah banyak keanehan dan banning untuk membukamu...huhuhuhuhu...

welcome back,
and welcome 2010!!!

Yang suka baca blog ini: