Sabtu, 04 Juli 2009

Apa yang kau cari di Pertamina? (review tes kesehatan pertamina)

"Apa yang kamu cari di Pertamina, nak?"

Pertanyaan itu terlontar dari seorang dokter yang memeriksa USG -bagiandari prosesi tes kesehatan Pertamina- Jumat lalu.

Pertanyaan sederhana yang membuatku bertanya-tanya sampai sekarang. Iya, ya. Apa yang gw cari di Pertamina? Apa gw bakal lebih bahagia di sana? Apa gw bakal menikmati hidup dan kerjaan
gw seperti yang gw alami sekarang?

Pertanyaan ini yang masih kepikiran sampai sekarang..dan belum ada jawaban yang sreg..

Saat ini, gw melakukan pekerjaan yang gw dambakan sejak SMP. Wartawan. Pekerjaan yang bagi sebagian orang tidak mudah, terlihat keren dan cerdas. Menjadi wartawan bagaikan warga kelas 1 di negeri ini.

Kebal dari tilang menilang dan urusan dengan kepolisian selalu jadi mudah.
Dekat dengan pejabat dan orang2 penting di negeri ini.
Traveling on free!!! -Kalo yang ini kudu gw akuin, mantabs!
Free access to dreamed event and places!! -konser, penjara, and many more
dan yang paling penting, punya kesempatan dan segala fasilitas untuk menambah wawasan dan networking (wajib malah).
DItambah lagi kerjaannya adalah menulis. -this is what i love to do-
Soal penghasilan? Untung aja gw kerja di media yang udah established, sehingga bisa menggaji gw di atas rata-rata wartawan lain. Terlebih lagi, karena tinggal ama nyokap, penge
luaran gw jadi gak banyak..jadi bisa nabung dan beli barang2 yang diinginkan..

SO.......WHAT ELSE I LOOKING FOR?

Apa yang gw cari lagi,
Apa alasan gw harus pindah? -ke Pertamina-

kalau menurut mama:
Pertamina itu lebih menjamin untuk masa depan.
Segala fasilitas mulai dari kesehatan sampai pensiun lebih terjaga...
Kalau di media, kita gak tahu kapan perusahaan kita bangkrut. Jika terlalu lama disitu, malah nanti kehilang kesempatan untuk bekerja di tempat lain. Mumpung masih muda, jadi bisa cari yanglebih, kalau sudah tua, bakalan lebih susah.

kalau menurut didik -my beloved one-:
"Aku bukan mempermasalahkan berapa penghasilannya dibandingkan pekerjaanmu sekarang. Tapi aku lebih memikirkan waktu yang harus kamu habiskan untuk bekerja. Kalau kamu bekerja di Pertamina, jam kerjanya lebih teratur dan lebih singkat. (Jam kerja Pertamina 7 am-3.30 pm). Bandingkan dengan sekarang, paling cepat pulang jam 6.30 pm, kadang malah jam 9 malam.pagi2 tetap berangkat. Seandainya nanti kamu punya anak, gimana? Anak kan gak cuma butuh uang, tapi perhatian,"

"Selain itu, kalau kamu di Pertamina, yang pasti akan bikin mama kamu lebih lega dan tenang. Itu kan syarat kedua (setelah lulus s2) untuk nikah?"

yeah..yeah..yeah...

a lots of reasons from them for me to move to pertamina. but, what about my passion? tapi kalau ditanya: emangnya kalau lo keterima, lo gak mau pindah ke pertamina?

wellll.......kayanya gak mungkin juga lah gw nolak...pertamina gwtho lohh...
after all what i have done befor...
jungkir balik untuk tes, melawan 89.000 peserta lainnya...i don't think that i would release it as that simple..

tapi itu lebih karena untuk menghargai kerja keras gw, menghargai 89.000 orang yang kalah.. bukan karena gw emang berambisi untuk kerja di sana...

oh ya?

wel..kalau diingat2 sebenarnya gw justru pernah punya janji hati..halah.. maksudnya pernah bergumam dalam hati ketika liputan di pertamina. 'someday i will work here'

janji itu kemudian berkembang setelah gw dikandangkan detik. gw bergumam, 'gw gak akan pindah dari detik kalau bukan ke pertamina'

jadi, sebenernya, kenapa ya gw harus pindah ke pertamina? kenapa gw pernah bergumam seperti itu?

ah, kaya keterima aja..
Amiieeennn....

nb: berikut rincian tes kesehatan pertamina kemarin. hari kamis besok masih ada tes kebugaran that become the last test.
  1. tes urine (lo juga kudu bawa feses yang yeaksss banget pas ngambilnya!!!)
  2. ambil darah
  3. tes pendengaran (masuk ke ruang kedap suara dan disuruh dengar resonansi yang rendaaahh...banget.. kudu konsentrasi tingkat timggi)
  4. tes paru-paru (disuruh niup alat sekencang2nya untuk diukur seberapa kuat pernapasan lo. lucunya ada peserta yang inisiatif buka baju karena dipikir padahal gak perlu..hehehehe)
  5. ronsen (harus buka bra, peniti kerudung, dan segala logam-tapi tetep pake baju kok)
  6. timbang berat badan (ii nih yang bikin susternya ngerengut dan gak percaya ama berat gw. well..saya gak kelihatan 72 kg ya sus?)
  7. rekam jantung (buka baju, ditempelin alat2 di sekitar dada..disuruh rileks..tapi jangan ketiduran)
  8. gigi (mangap, napas dari idung. dan doketrnya akan ngecek gigi mana aja yang cacat)
  9. mata (baisa lah. lucunya minus gw malah turun jadi 1/4 padahal kacamata gw 1/5-3/4)
  10. pemeriksaam fisik (ini nih yang paling berkesan, awalnya dipijit dan diraba2 sekitar leher, terus payudara diuwel2 buat negcek ada tumor or kanker, ketika, sampai kaki. kuping dilihat conge'an apa gak, dan terakhir, dubur lo di ulik2 buat lihat wasir apa gak. untung dokternya cewek kerudung panjang dna dia sempat menenangkan..)
  11. last, USG..

so good luck for everyone!!!

2 komentar:

Anonim mengatakan...

salam sukses sebelumnya..
btw gw baca artikel ini,bwt persiapan gw tes kesehatan pertamina jg.. gw baca tes yang terkakhir sampai dubur kita diperiksa,..wah gawat gw udh mulei pesimis nich, gw pny wasir grade 1 msh rendah sih cma ada benjolan dikit setelah BAB setelah itu ilang, klo blh tau diuliknya seperti apa dubur kita?apakah pke alat?dan udh gitu apakah hanya sekedar diliat doanx ato mpe dicolok gt?dan apakah wasir ada kriteria tertentu bagi kelulusan?gw cma berharap msh ada toleransi dikit dr pertamina,.thanx ya!

Unknown mengatakan...

terus udah ad pengumumannya belom?? udah berhasilkah dirimu masuk pertamina?? kudoakan selalu,, amin..

Yang suka baca blog ini: