Oke, bapak dan ibu sekalian. Setelah sebelumnya sudah cerita tentang pertimbangan-pertimbangan memiliki rumah, akhirnya kami memutuskan untuk membeli rumah perdana kami. yup, properti perdana kami.
Letaknya di Surabaya coret, hehehe. Lumayan jauh dari kantor, tapi berkat pengalaman di Jakarta, jarak segini mah masih bisa dijabanin deeehh... *lap keringet*
Alasan kami berdua untuk akhirnya menjatuhkan pilihan ke rumah ini adalah:
1. Aku suka model dan desain ruangannya. (maklum, orang visual)
2. Si mas cocok sama kualitas bangunannya
3. Luas bangunan 60 m2 dan luas tanah 121 m2, sangat cukup untuk kami
4. Harga terjangkau (kuras tabungan + cicil 10 tahun)
Sementara yang bikin mengkeret milih rumah ini adalah:
1. Jaraknya yang nun jauh disanaa.. (di tepi tol surabaya-malang). Malah salah satu temen yang pernah berkunjung bilang, lokasinya kaya tempat jin buang anak (kayanya dia udah tahu ada jin buang anak kali yaa)
2. Akses menuju komplek jalannya tidak terlalu besar. Kalau papasan dua mobil mefffeeettt
Tapi berdasarkan berbagai pertimbangan dan perbandingan dengan tempat lain (ada yang lokasi lebih dekat tapi harga lebih mahal dan kualitas bangunan lebih jelek), akhirnya kami memberanikan diri membeli rumah tersebut.
Alhamdulillah,,,semoga rumah ini menjadi berkah untuk kami berdua. Amieenn..
Jadi? Pindahaan dooong?
JELAS TIDAK.
Baru memutuskan beli rumah ternyata merupakan satu tahap awaaaal bangeett. Karena habis itu kita harus mengurus administrasi (down payment, biaya pajak ini itu, bla bla bla) yang beneran menguras tabungan. Sampai pernah dana di tabungan tinggal 400 rebu, padahal masih seminggu lagi gajian hohoho #kok bangga?
Perjuangan pun tidak terhenti sampai di situ.
Sembari mengurus administrasi dan bayar membayar, proses pembangunan rumah pun dimulai. Ealaaahh...kirain bisa langsung pindah ya booo. Dan pembangunan rumah yang awalnya diiming-imingi 5-8 bulan pun akhirnya selesai dalam 12 bulan. Hahaha,,,namanya juga janji manis yaa..
Ngawasin pembangunan rumah ini juga penuh amarah dan air mata lho. Beneran!
Secara kita udah bayar ratusan juta untuk rumah itu (lewat bank yang nalangin), wajar dong kalau kita mau rumah yang tanpa lecet. Tembok lurus mulus, atap gak pake bocor, tembok gak pake rembes, dll.
Nah, kalau sudah hal seperti ini, Si Mas yang perfeksionis bakal maju ke depan #ayo jenderal!
Setiap sabtu/minggu kita tengokin proses pembangunan rumah. Hampir selalu kita bawain rokok/snack/nasi bungkus buat tukang-tukang yang lagi kerja. Terus sambil santai, Si Mas ngobrol sama tukang2nya. Pada saat itulah Si Mas negesin kalau kita GAK MAU ada hasil kerjaan yang salah. Gak cuma ke tukangnya, tapi juga ke mandor dan marketingnya. Dari awal pokoknya sudah kita wanti-wanti, kalau hasilnya gak bagus, akan kita suruh ulang ngerjain.
Itu cara halus yaa...ngingetin di awal..
Dan begitu setengah jadi ternyata banyak yang tidak memuaskan, naik pitamlah kita, hohohooo...
Kita tandai semua hasil pekerjaan yang tidak memuaskan dan memang salah besar ngerjainnya (kaya tembok gak siku, ngerembes, bocor, dll) dan kita laporkan ke semua (tukang, mandor, marketing) kalau kita minta itu diberesin. Bahkan Si Mas sampai janjian dengan mandornya untuk ikut ngawasin proses pekerjaannya.
hihihii...mungkin baru kali ini ada customer yang cerewet banget kaya kita yah,,
Prinsip kami, mending lama di depan, daripada saat ditempatin nanti malah nyusahin.
Alhamdulillah, walau akhirnya proses pembangunan mundur hingga 12 bulan (sekitar 4 bulan terlambat) dan kami harus memperpanjang kontrakan hingga 2 bulan lagi, rumah perdana kami ini sangat nyaman dan aman ditempati. Alhamdulillah saat masuk musim hujan gak pake bocor-bocor dan remebesan atau retak-retak di tembok.
Alhamdulillah, kami secara resmi menempati rumah ini bulan Agustus 2013 (setelah Idul Fitri) sampai sekarang. Tetangga kanan kiri mulai ramai, dan lahan kosong depan rumah sudah ludes dan sedang pembangunan. Kompleks yang dulu kami survey hanya lahan garing, kini sudah mulai membentuk organisasi baik arisan untuk ibu-ibu dan keamanan utk bapak-bapak.
Semoga rumah ini membawa berkah dan ridho bagi kami sekeluarga. Amin.
Bunga kuning yang ada di setiap depan rumah. Gak tahu kenapa suka sama bunga ini, hehehe
Rumah kami tampak depan. Ini sudah dikasih pagar batu, alhamdulillah sekarang sudah dikasih carport dan pagar besi. (Padahal aku sendiri lebih suka tanpa pagar, tapi apa daya kasian si city kalau gak di kasih carport dan dipagerin)
Teras, salah satu spot favorit duduk sore/malem sambil ngobrol plus nyemil hehehe. Taman depan sekarang sudah nambah beberapa bunga, termassuk kamboja merah. Di samping ditambah kamboja kuning.
Ruang tamu. Semua furnitur diangkut dari Klaten. hohoho. Selera desain tentu selera Si Mas..
Another favorite spot. Sofa depan tipiii.. empukkk dan pas buat berdua hehehe
Pintu masuk samping dan singgasana Si Mas. Karena deket dispenser, jadi mas skrg jarang lupa minum kalau lagi kerja hehehe
Kalau ini singgasanaku...alias dapur mungil yang cuma 2x1,8 m. Tapi alhamdulillah skrg lumayan produktif.
Area pembersihan, buat cuci-cuci dan jemur kalau hujan (atasnya sudah dikasih atap). Tapi di seberangnya ada tempat serupa tanpa atap untuk jemur ke matahari langsung
Penampakan dari belakang. Meja makan itu sekarang sudah diputar supaya aksesnya lebih mudah.
Sementara demikian laporan rumah perdananya. Yang kamar, karena area private jadi gak ditampilin yaa #alesan padahal berantakan.
Semoga cerita ini bisa jadi memory untuk selanjutnya..









Tidak ada komentar:
Posting Komentar